8 BUDAYA DASAR UNTUK MEMBANGUN TIM YANG TANGGUH
Bila kita mendengar kata TIM maka yang terbayang dibenak kita adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan tertentu, sedangkan kata TANGGUH akan melambungkan angan kita pada kegigihan dan keuletan untuk dapat mengatasi segala macam tantangan dan rintangan dalam mewujudkan cita-cita, keinginan atau tujuan.
Nah..sekarang.. Bagaimana caranya membentuk tim operasional yang tangguh?? Sedangkan kita ketahui bersama bahwa bila ada dua orang saja yang berkumpul maka minimal akan ada dua pendapat, dua keinginan dan bahkan tidak mustahil dua cita-cita yang berbeda. Lalu……. bagaimana caranya untuk mengatasi hal ini ??
Berikut ini adalah 8 tips budaya untuk membentuk TIM yang tangguh :
1. Visi dan Misi.
Satukan Visi dan Misi yang ingin dicapai yang melibatkan orang-orang yang tergabung dalam Tim tersebut, sehingga arah gerak tim menjadi lebih terarah ke satu tujuan, lebih fokus dan lebih cepat mencapai sasaran.
2. Saling Percaya (trust).
Ciptakan budaya saling percaya diantara sesama anggota tim, sehingga tidak menimbulkan kesan curiga yang dapat melemahkan dan menggerogoti kerjasama yang sedang atau telah terbina.
3. Empati.
Ciptakan budaya dapat menempatkan diri pada posisi orang lain, sehingga anggota tim bisa merasakan kesulitan dan hal lainnya yang sedang dialami anggota tim yang lainnya. Dengan berempati maka perilaku seseorang akan lebih konstruktif dan menguatkan kerjasama yang ada.
4. Menghormati Setiap individu.
Pada dasarnya setiap orang ingin dihormati; bila didalam sebuah tim sudah diterapkan budaya saling menghormati antar individu, maka gesekan diantara sesama anggota tim dapat diminimalkan.
5. Berpikir Positif.
Berpikir positif akan memperingan beban dan menguatkan tekad. Dalam masa-masa kritis dan krusial sebuah tim, berpikir positif merupakan salah satu obat penawar yang terpenting.
6. Kerjasama.
Untuk dapat bekerjasama dengan baik maka perlu adanya unsur memberi dan menerima dari sesama anggota tim yang "seimbang" sehingga pihak-pihak yang terkait merasa mendapatkan manfaat dan tidak ada yang merasa dirugikan, yang pada akhirnya akan memperkuat ikatan Tim menjadi lebih tangguh.
7. Rela Berkorban.
Tips yang ke-7 ini memang kurang mengenakkan, tetapi memang begitulah resikonya bila berada dalam satu tim, suatu saat akan ditemukan hal-hal yang kurang mengenakkan. Dengan memiliki sikap mental yang ketujuh ini maka diharapkan bahwa ketidaknyamanan yang dirasakan anggota tim akan diubah menjadi hal yang positif sehinga tidak menimbulkan kekisruhan baru di dalam tim.
8. Suka Tantangan dan Hal Baru.
Tim yang menyukai tantangan dan hal baru akan tampak lebih dinamis dan aktif serta lebih produktif dan biasanya tim dengan budaya ini akan lebih solid kerjasamanya dan tangguh menghadapi berbagai hal.
Tim Operasional di toko anda sudah Solid dan tangguh ??? Cobalah beberapa Tips di atas dan rasakan bedanya……….Semoga..
Senin, 03 Maret 2008
Minggu, 02 Maret 2008
KIAT MEMBAWAKAN BRIEFING YANG EFFEKTIF
KIAT MEMBAWAKAN BRIEFING YANG EFFEKTIF
Briefing artinya pertemuan rutin maupun tidak rutin yang bertujuan untuk mengkomunikasikan suatu progress dan mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas yang ada guna mencapai tujuan tertentu. Berbeda dengan meeting, briefing membutuhkan waktu yang lebih sedikit dan dapat dilakukan secara lebih informal. Kadangkala Briefing dapat dilakukan sambil berdiri, atau duduk bersila di lantai.
Keuntungan kita melakukan briefing rutin secara harian adalah:
- Perkembangan atau progress pencapaian obyektif dapat dipantau setiap hari.
- Permasalahan yang timbul dapat langsung diketahui dan dikoordinasikan penyelesaiannya dengan pihak lain yang terkait di dalam organisasi saat itu juga.
- Merupakan media komunikasi antar karyawan yang mudah dan efektif.
Lalu bagaimana kiatnya agar Briefing yang kita lakukan efektif? SMfranchise memberikan pedoman 4 Langkah Briefing Efektif sebagai berikut:
Tahap Pengenalan/Pre-kondisi:
- Komunikasikan mengapa briefing dilakukan dan siapa yang memimpin/berpartisipasi.
- Komunikasikan kapan dan dimana briefing dilaksanakan
- Tentukan materi rutin yang wajib dikomunikasikan saat briefing
- Komunikasikan aturan main dari briefing kepada semua peserta
Tahap Persiapan
- Siapkan agenda dan materi briefing satu hari sebelumnya
- Kumpulkan data-data penunjang bagi masing-masing agenda
Tahap Implementasi
- Mulailah briefing tepat waktu
- Tunjuk satu orang partisipan sebagai notulen
- Follow up pelaksanaan minutes briefing sehari sebelumnya.
- Bahas agenda rutin
- Round table (bergiliran) bagi semua peserta dan putuskan action plan saat itu juga.
- Notulen membacakan kembali minutes briefing yang dituliskannya.
Tahap Evaluasi
- Review minutes briefing dan follow up kepada masing-masing pelaksananya.
- Evaluasi efektivitas waktu dan materi yang disampaikan; lakukan perbaikan jika dipelukan.
Demikian 4 Tahap bagaimana melaksanakan kebiasaan briefing yang effektif. Banyak perusahaan besar merasakan manfaat dari briefing ini, misalnya AceHarware, yang melakukan briefing pagi sebelum toko buka dengan duduk lesehan membentuk lingkaran.
Briefing artinya pertemuan rutin maupun tidak rutin yang bertujuan untuk mengkomunikasikan suatu progress dan mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas yang ada guna mencapai tujuan tertentu. Berbeda dengan meeting, briefing membutuhkan waktu yang lebih sedikit dan dapat dilakukan secara lebih informal. Kadangkala Briefing dapat dilakukan sambil berdiri, atau duduk bersila di lantai.
Keuntungan kita melakukan briefing rutin secara harian adalah:
- Perkembangan atau progress pencapaian obyektif dapat dipantau setiap hari.
- Permasalahan yang timbul dapat langsung diketahui dan dikoordinasikan penyelesaiannya dengan pihak lain yang terkait di dalam organisasi saat itu juga.
- Merupakan media komunikasi antar karyawan yang mudah dan efektif.
Lalu bagaimana kiatnya agar Briefing yang kita lakukan efektif? SMfranchise memberikan pedoman 4 Langkah Briefing Efektif sebagai berikut:
Tahap Pengenalan/Pre-kondisi:
- Komunikasikan mengapa briefing dilakukan dan siapa yang memimpin/berpartisipasi.
- Komunikasikan kapan dan dimana briefing dilaksanakan
- Tentukan materi rutin yang wajib dikomunikasikan saat briefing
- Komunikasikan aturan main dari briefing kepada semua peserta
Tahap Persiapan
- Siapkan agenda dan materi briefing satu hari sebelumnya
- Kumpulkan data-data penunjang bagi masing-masing agenda
Tahap Implementasi
- Mulailah briefing tepat waktu
- Tunjuk satu orang partisipan sebagai notulen
- Follow up pelaksanaan minutes briefing sehari sebelumnya.
- Bahas agenda rutin
- Round table (bergiliran) bagi semua peserta dan putuskan action plan saat itu juga.
- Notulen membacakan kembali minutes briefing yang dituliskannya.
Tahap Evaluasi
- Review minutes briefing dan follow up kepada masing-masing pelaksananya.
- Evaluasi efektivitas waktu dan materi yang disampaikan; lakukan perbaikan jika dipelukan.
Demikian 4 Tahap bagaimana melaksanakan kebiasaan briefing yang effektif. Banyak perusahaan besar merasakan manfaat dari briefing ini, misalnya AceHarware, yang melakukan briefing pagi sebelum toko buka dengan duduk lesehan membentuk lingkaran.
Langganan:
Postingan (Atom)
