MATERI 4
PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan mahasiswa akan dapat:
• Mengetahui dan menyebutkan tujuan, prinsip-prinsip, materi pelajaran, strategi dan evaluasi pembelajaran pada tiap ranah pembelajaran dalam pendidikan jasmani
• Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan keterkaitan antara tujuan, prinsip-prinsip, materi pelajaran, strategi dan evaluasi pembelajaran pada tiap ranah pembelajaran dalam pendidikan jasmani
HUBUNGAN ANTARA TUJUAN, PRINSIP-PRINSIP, MATERI PELAJARAN, STRATEGI DAN EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN JASMANI
RANAH FISIK
Tujuan pembelajaran ranah fisik adalah membentuk dan meningkatkan:
1. Kekuatan otot
2. Daya tahan otot
3. Daya tahan kardiovaskular
4. Flexibilitas
Prinsip-prinsip dalam pembelajaran ranah fisik:
1. Jenis dan derajat perubahan fisiologis ditentukan oleh 3 variabel: intensitas, durasi, dan repetisi
2. Jml waktu dan intensitas kerja tergantung pd status individual
3. Setiap jenis cab. OR memerlukan tingkat kesegaran jasmani yg berbeda
4. Pemilihan, rancangan dan pelaksanaan program harus berdasar pada:
a. Apakah program ini akan mampu mencapai tujuan yg telah ditetapkan?
b. Apakah tidak bertentangan dg prinsip mekanika?
c. Kelompok sendi dan otot apa saja yang terlibat?
d. Bagaimana dg intensitas dan tingkat kesulitannya, dilihat dari kemampuan individual?
Materi pelajaran:
1. Latihan umun
2. Latihan spesifik
Strategi pembelajaran, di antaranya adalah:
1. Circuit Training
2. Interval Training
3. Weight Training
4. Weight Lifting
5. Isometrics
6. Calisthenics
Evaluasi, di antaranya adalah:
1. Pull-ups
2. Sit-ups
3. Chest lift
4. Leg lift
5. Squat thrust
6. Standing broad jump
7. 600 yard run-walk
8. 9½ minute run
9. Step test
10. 50 yard dash
11. Shuttle run
RANAH PSIKOMOTOR
Tujuan pembelajaran ranah psikomotor adalah membentuk dan meningkatkan:
1. Persepsi motorik
2. Gerak dasar
3. Keterampilan gerak dan tari
Prinsip-prinsip dalam pembelajaran ranah psikomotor:
1. Siswa hrs diberi kesempatan utk berkembang sesuai dg kemampuannya sendiri
2. Hrs ada kesempatan bagi siswa utk memperluas atau memperdalam pembelajaran
3. Semaksimal mungkin memanfaatkan sumber2 pembelajaran
4. Setiap siswa hrs terlibat dan aktif terus menerus
5. Belajar tidak hrs dibatasi oleh jadwal kelas yg baku
6. Waktu yg dibutuhkan utk pembelajaran gerak tidak sama antara siswa yg satu dg yg lain
7. Tingkat penguasaan keterampilan hrs ditentukan sendiri oleh siswa
Materi pelajaran:
1. Aktivitas pengembangan
2. Aktivitas gerak dasar
3. Aktivitas uji diri
4. Aktivitas permainan
5. Aktivitas kelompok
6. Aktivitas individu
7. Aktivitas tari-ritmik
8. Aktivitas dalam air
9. Aktivitas pendidikan di luar sekolah
Strategi pembelajaran, di antaranya adalah:
1. Ceramah
2. Drill
3. Information processing
4. Humanistik
5. Belajar Tuntas
6. Analisis sistem
7. Competency based
8. Pengarahan oleh guru
9. Tugas individual
10. Penemuan terbimbing
11. Eksplorasi gerak
12. Komando
Evaluasi, di antaranya adalah:
1. Tes keterampilan
2. Skala lajuan
3. Tes kebugaran motorik
4. Tes persepsi motori
RANAH KOGNISI
Tujuan pembelajaran ranah kognisi adalah membentuk dan meningkatkan:
1. Pengetahuan
2. Fakta
3. Informasi
4. Keterampilan dan kemampuan intelektual
Prinsip-prinsip dalam pembelajaran ranah kognisi:
Mencakup upaya pengembangan kognisi, yang terdiri dari 6 tingkat belajar:
1. Pengetahuan
Pemahaman
Aplikasi
Analisis
Sintesis
Evaluasi
Materi pelajaran:
1. Peraturan permainan
2. Pedoman keselamatan
3. Etika permainan
4. Istilah-istilah
5. Strategi
6. Pengaruh aktivitas
7. Opini
8. Isu-isu dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
Strategi pembelajaran, di antaranya adalah:
1. Perintah
2. Tugas
3. Penemuan terbimbing
4. Penguasaan
5. Tugas individual
6. Information processing
7. Ekplorasi gerak
8. Pengarahan
9. Contracting
Evaluasi, di antaranya adalah:
1. Tes tertulis
2. Observasi
3. Penemuan terbimbing
4. Skala lajuan
RANAH AFEKSI
Tujuan pembelajaran ranah afeksi adalah membentuk dan meningkatkan:
Respons yang sehat terhadap aktivitas fisik, yang diupayakan untuk dicapai melalui
1. Aktualisasi diri
2. Rasa percaya diri
3. Pengenalan diri sendiri
Prinsip-prinsip dalam pembelajaran ranah afeksi:
Latar pembelajaran yang dirancang hrs mampu memberikan peluang bagi siswa untuk:
1. Menerima
2. Merespons
3. Mengidentifikasi nilai-nilai
4. Mengorganisasi nilai-nilai
5. Berinteraksi
Materi pelajaran:
1. Reaksi positif
2. Apresiasi
3. Menyenangkan
4. Body self-awareness
5. Tingkat aspirasi
6. Persepsi diri
7. Perasaan
8. Penyesuaian sosial
9. Klarifikasi nilai-nilai
10. Sikap
11. Sportmanship
Strategi pembelajaran, di antaranya adalah:
1. Modeling
2. Simulasi permainan
3. Role playing
4. Klarifikasi nilai-nilai
5. Eksplorasi gerak
Evaluasi, di antaranya adalah:
1. Perilaku sosial
2. Tes kepribadian
3. Inventori perilaku
4. Daftar cek
5. Skala sikap
6. Skala konsep diri
TUGAS 4, DITULIS, SERAHKAN PADA TATAP MUKA BERIKUT
genap:
Rumuskan masing-masing 2 bentuk kegiatan, baik yang bentuknya sudah baku atau hasil modifikasi atau kreasi sendiri, untuk mencapai tujuan pembelajaran ranah fisik dan ranah afeksi. Kegiatan tersebut hendaknya sesuai/relevan dengan tujuan, prinsip-prinsip, materi pelajaran, strategi dan evaluasi pembelajaran dalam pendidikan jasmani
ganjil:
Rumuskan masing-masing 2 bentuk kegiatan, baik yang bentuknya sudah baku atau hasil modifikasi atau kreasi sendiri, untuk mencapai tujuan pembelajaran ranah psikomotor dan ranah kognisi. Kegiatan tersebut hendaknya sesuai/relevan dengan tujuan, prinsip-prinsip, materi pelajaran, strategi dan evaluasi pembelajaran dalam pendidikan jasmani
Minggu, 04 April 2004
Senin, 03 Maret 2003
MATERI 3
MATERI 3
PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan dapat:
• Mengetahui dan menyebutkan karakteristik program pendidikan jasmani yang baik
• Mampu mengidentifikasi berbagai faktor yang diperlukan agar program pendidikan jasmani dapat berjalan dengan baik
• Mampu merumuskan ide baru sebagai solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin dijumpai dalam pelaksanaan program pendidikan jasmani
PROGRAM PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN YANG BAIK
The more closely the game experiences are related to the school as a whole, the home, and the community, the more effective will learning become and the longer will desirable behavior changes endure (Annarino, Cowell & Hazelton, 1980).
Beberapa karakteristik di bawah ini dapat digunakan sebagai pertimbangan atau pedoman untuk menentukan apakah program pendidikan jasmani telah dirancang dengan baik.
1. bila diposisikan sebagai bagian yang intergral dari pendidikan secara keseluruhan
2. mampu memberikan pengalaman yang seimbang dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan ranah fisik, psikomotor, kognisi dan afeksi
3. dirancang berdasarkan minat, kebutuhan, tujuan dan kapasitas subjek didik
4. mampu memberikan pengalaman yang berkaitan dengan hal-hal mendasar dalam kehidupan dan sesuai dengan tingkat kematangan subjek didik
5. bila menjadi bagian yang integral dari komunitas di mana pendidikan tersebut berlangsung
6. memiliki kecukupan fasilitas, waktu, alat dan kepemimpinan yang ideal-kreatif sehingga mampu mengembangkan dan menyediakan berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat subjek didik
7. program pendidikan jasmani yang baik adalah yang bekerja sama secara terpadu dengan bagian bimbingan & konseling di sekolah
8. yang mampu membantu perkembangan dan mendorong tumbuhnya profesionalitas dan kesejahteraan dari guru pendidikan jasmani yang bersangkutan.
Diskusi kelompok
Diskusikan dalam kelompok Anda, apakah pendidikan jasmani di Indonesia telah menjadi bagian yang integral dari pendidikan secara keseluruhan? Baik jawaban ‘YA’ maupun “TIDAK”, hendaknya disertai dengan argumen dan contoh.
PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa akan dapat:
• Mengetahui dan menyebutkan karakteristik program pendidikan jasmani yang baik
• Mampu mengidentifikasi berbagai faktor yang diperlukan agar program pendidikan jasmani dapat berjalan dengan baik
• Mampu merumuskan ide baru sebagai solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin dijumpai dalam pelaksanaan program pendidikan jasmani
PROGRAM PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN YANG BAIK
The more closely the game experiences are related to the school as a whole, the home, and the community, the more effective will learning become and the longer will desirable behavior changes endure (Annarino, Cowell & Hazelton, 1980).
Beberapa karakteristik di bawah ini dapat digunakan sebagai pertimbangan atau pedoman untuk menentukan apakah program pendidikan jasmani telah dirancang dengan baik.
1. bila diposisikan sebagai bagian yang intergral dari pendidikan secara keseluruhan
2. mampu memberikan pengalaman yang seimbang dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan ranah fisik, psikomotor, kognisi dan afeksi
3. dirancang berdasarkan minat, kebutuhan, tujuan dan kapasitas subjek didik
4. mampu memberikan pengalaman yang berkaitan dengan hal-hal mendasar dalam kehidupan dan sesuai dengan tingkat kematangan subjek didik
5. bila menjadi bagian yang integral dari komunitas di mana pendidikan tersebut berlangsung
6. memiliki kecukupan fasilitas, waktu, alat dan kepemimpinan yang ideal-kreatif sehingga mampu mengembangkan dan menyediakan berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat subjek didik
7. program pendidikan jasmani yang baik adalah yang bekerja sama secara terpadu dengan bagian bimbingan & konseling di sekolah
8. yang mampu membantu perkembangan dan mendorong tumbuhnya profesionalitas dan kesejahteraan dari guru pendidikan jasmani yang bersangkutan.
Diskusi kelompok
Diskusikan dalam kelompok Anda, apakah pendidikan jasmani di Indonesia telah menjadi bagian yang integral dari pendidikan secara keseluruhan? Baik jawaban ‘YA’ maupun “TIDAK”, hendaknya disertai dengan argumen dan contoh.
Langganan:
Postingan (Atom)
